Bayangkan jika: Salju tebal memenuhi jalan raya, lampu lalu lintas jalan menyala temaram, siang baru bergeser namun jalanan lengang, seorang anak muda memakai baju musim dingin berjalan perlahan membelah dingin, di tangannya gemetar menggenggam secarik kertas. "Datang atau mati" dan garis-garis peta.

By Hardy Awan · 10 segments · 2 contributors · 0 likes
A young man named Josh navigates through a mysterious world, encountering strange obstacles and meeting an old man who guides him on a journey of self-discovery.
saljupetatembokperahukuildiscoverysurvivalself-discovery

Bayangkan jika: Salju tebal memenuhi jalan raya, lampu lalu lintas jalan menyala temaram, siang baru bergeser namun jalanan lengang, seorang anak muda memakai baju musim dingin berjalan perlahan membelah dingin, di tangannya gemetar menggenggam secarik kertas. "Datang atau mati" dan garis-garis peta.

Bayangkan jika: Salju tebal memenuhi jalan raya, lampu lalu lintas jalan menyala temaram, siang baru bergeser namun jalanan l

Ia sampai pada ujung jalan dengan tembok bata yang tinggi, peta itu jelas menunjukkan jalan yang berlanjut namun... "kenapa disini ada tembok tinggi?" Gumamnya. Ia menyentuh tembok itu, tangannya langsung menembus tembok, ia menariknya kembali dan shock.

Ia sampai pada ujung jalan dengan tembok bata yang tinggi, peta itu jelas menunjukkan jalan yang berlanjut namun... "kenapa d

Ia memberanikan diri, dengan segenap tenaganya menabrak tembok, namun anehnya seluruh tubuhnya terserap oleh tembok itu seakan menembusnya. Ia tiba di sisi lain tembok, udara berubah, langit menjadi cerah, kehangatan menerpa kulitnya.

Ia memberanikan diri, dengan segenap tenaganya menabrak tembok, namun anehnya seluruh tubuhnya terserap oleh tembok itu seaka

Kini ia tiba di tepi danau yang luas dengan kabut tebal diam di tengah danau, ada sampan kecil tertambat di dermaga seadanya, di bawah pohon pinggir dermaga seorang kakek tua kurus duduk tertidur dengan caping bambu di pangkuannya.

Kini ia tiba di tepi danau yang luas dengan kabut tebal diam di tengah danau, ada sampan kecil tertambat di dermaga seadanya,

Mendengar langkah kaki mendekat, ia terbangun dan sigap berdiri. "Oh, selamat datang Josh" sambutnya. Ia heran, 'bagaimana orang ini mengetahui namanya?

Mendengar langkah kaki mendekat, ia terbangun dan sigap berdiri.
"Oh, selamat datang Josh" sambutnya.
Ia heran, 'bagaimana or

Josh, silahkan naik perahu, aku akan mengantarmu ke kuil di tengah danau itu. Walau masih penasaran, Josh tetap melangkah ke dalam perahu yang membawanya ke kuil tengah pulau.

Josh, silahkan naik perahu, aku akan mengantarmu ke kuil di tengah danau itu.
Walau masih penasaran, Josh tetap melangkah ke

Kakek itu mulai mendayung, kabut tebal perlahan membuka jalan, mengungkapkan kuil kuno di tengah danau.

Kakek itu mulai mendayung, kabut tebal perlahan membuka jalan, mengungkapkan kuil kuno di tengah danau.

Josh memperhatikan air danau yang agak aneh, sebenarnya air danau itu terlihat berwarna ungu tua, beberapa makhluk kepala seperti Loch Ness kecil muncul sesekali di permukaan.

Josh memperhatikan air danau yang agak aneh, sebenarnya air danau itu terlihat berwarna ungu tua, beberapa makhluk kepala sep

Kakek itu tersenyum, sepertinya menyadari keheranan Josh, lalu berbisik, makhluk itu aman.

Kakek itu tersenyum, sepertinya menyadari keheranan Josh, lalu berbisik, makhluk itu aman.

Josh berusaha memahami semuanya, perahu itu akhirnya merapat ke dermaga kecil di pulau tengah danau, pintu gerbang kastil di pulau tersebut berderit membuka.

Josh berusaha memahami semuanya, perahu itu akhirnya merapat ke dermaga kecil di pulau tengah danau, pintu gerbang kastil di
Continue reading on ImagineIf →