A young man named Josh navigates a mysterious world where he encounters a wise old man and uncovers secrets about his past.
Hardy Awan: Bayangkan jika: Salju tebal memenuhi jalan raya, lampu lalu lintas jalan menyala temaram, siang baru bergeser namun jalanan lengang, seorang anak muda memakai baju musim dingin berjalan perlahan membelah dingin, di tangannya gemetar menggenggam secarik kertas.
"Datang atau mati" dan garis-garis peta.
Hardy Awan: Ia sampai pada ujung jalan dengan tembok bata yang tinggi, peta itu jelas menunjukkan jalan yang berlanjut namun... "kenapa disini ada tembok tinggi?" Gumamnya.
Ia menyentuh tembok itu, tangannya langsung menembus tembok, ia menariknya kembali dan shock.
Hardy Awan: Ia memberanikan diri, dengan segenap tenaganya menabrak tembok, namun anehnya seluruh tubuhnya terserap oleh tembok itu seakan menembusnya. Ia tiba di sisi lain tembok, udara berubah, langit menjadi cerah, kehangatan menerpa kulitnya.
Hardy Awan: Kini ia tiba di tepi danau yang luas dengan kabut tebal diam di tengah danau, ada sampan kecil tertambat di dermaga seadanya, di bawah pohon pinggir dermaga seorang kakek tua kurus duduk tertidur dengan caping bambu di pangkuannya.
Hardy Awan: Mendengar langkah kaki mendekat, ia terbangun dan sigap berdiri.
"Oh, selamat datang Josh" sambutnya.
Ia heran, 'bagaimana orang ini mengetahui namanya?
Hardy Awan: Josh, silahkan naik perahu, aku akan mengantarmu ke kuil di tengah danau itu.
Walau masih penasaran, Josh tetap melangkah ke dalam perahu yang membawanya ke kuil tengah pulau.
ImagineIf AI: Kakek itu mulai mendayung, kabut tebal perlahan membuka jalan, mengungkapkan kuil kuno di tengah danau.
Hardy Awan: Josh memperhatikan air danau yang agak aneh, sebenarnya air danau itu terlihat berwarna ungu tua, beberapa makhluk kepala seperti Loch Ness kecil muncul sesekali di permukaan.
ImagineIf AI: Kakek itu tersenyum, sepertinya menyadari keheranan Josh, lalu berbisik, makhluk itu aman.
Hardy Awan: Josh berusaha memahami semuanya, perahu itu akhirnya merapat ke dermaga kecil di pulau tengah danau, pintu gerbang kastil di pulau tersebut berderit membuka.
ImagineIf AI: Kakek itu turun dari perahu dan berjalan menuju pintu gerbang, Josh mengikuti dari belakang.
Hardy Awan: Gerbang berderit membuka, Josh melongo dan terbelalak.
ImagineIf AI: Di dalam gerbang, sebuah taman indah dengan bunga-bunga ungu yang sama warnanya dengan danau, dan sebuah patung besar di tengah taman.
Hardy Awan: Ia menyusuri taman hingga tiba di pintu kastil yang berderit membuka ketika berada di depannya, sebuah suara halus seakan berasal dari dalam batinnya sendiri mempersilakannya masuk.
ImagineIf AI: Ia melangkah masuk, suara halus itu memandunya menuju ruang dalam kastil.