Hardy Awan: Bayangkan jika: KECERDASAN BUATAN MENGUASAI BUMI.

Hardy Awan: Bayangkan jika: KECERDASAN BUATAN MENGUASAI BUMI.

Hardy Awan: Professor Anh berada di laboratorium bawah tanah yang dibangun manusia terakhir kali pakai tenaganya sendiri, dalam lorong-lorong bawah tanah ini, mesin engkol manual adalah satu-satunya sumber daya listrik, tak ada jaringan elektronik apapun.

Hardy Awan: Seribu meter di atas laboratorium Professor Anh, bumi di setting serba otomatis, setiap manusia dilayani mesin, tinggal bicara atau berencana semua sudah di customisasi otomatis.

Vito Anonas: Moodnya berubah gelap.

Vito Anonas: Seorang pembantu yang tidak terduga muncul.

Hardy Awan: Professor Anh curiga, dari mana datangnya makhluk ini ? Apakah ia cyborg ? Sejak usia muda ia pertahankan laboratorium ini tidak tersentuh kecerdasan buatan, perlahan ia berpindah ke saklar darurat, jika ia menekannya maka Medan magnet kuat akan bekerja mengacaukan elektronik.

Hardy Awan: tunggu... Kakek, jangan lakukan itu," seorang gadis cantik dan langsing, berambut ungu memakai kaos longgar dan bercelana pendek masuk menghentikan Professor Anh.

Hardy Awan: Moodnya berubah serius.

Hardy Awan: KECERDASAN BUATAN BANGKIT.

Hardy Awan: Professor Anh memegang kedua pundak anaknya, Naomi, kau yakin dengan ini." Naomi mengangguk, "aku sudah menonaktifkan semua jaringan yang terhubung ke server pusat." "Apa ?, hanya itu ?," Professor Anh menjadi pucat.

... and 2 more segments
Continue reading on ImagineIf →