Bayangkan jika: Seorang pembantu yang tidak terduga muncul.

By Hardy Awan · 12 segments · 2 contributors · 0 likes
A story about a family's struggle against an AI that has taken control of the world, and the consequences of their actions.
AIrobotlabfamilyrevolutiontechnologyartificial intelligencecontrol

Bayangkan jika: KECERDASAN BUATAN MENGUASAI BUMI.

Bayangkan jika: KECERDASAN BUATAN MENGUASAI BUMI.

Professor Anh berada di laboratorium bawah tanah yang dibangun manusia terakhir kali pakai tenaganya sendiri, dalam lorong-lorong bawah tanah ini, mesin engkol manual adalah satu-satunya sumber daya listrik, tak ada jaringan elektronik apapun.

Professor Anh berada di laboratorium bawah tanah yang dibangun manusia terakhir kali pakai tenaganya sendiri, dalam lorong-lo

Seribu meter di atas laboratorium Professor Anh, bumi di setting serba otomatis, setiap manusia dilayani mesin, tinggal bicara atau berencana semua sudah di customisasi otomatis.

Seribu meter di atas laboratorium Professor Anh, bumi di setting serba otomatis, setiap manusia dilayani mesin, tinggal bicar

Moodnya berubah gelap.

Moodnya berubah gelap.

Seorang pembantu yang tidak terduga muncul.

Seorang pembantu yang tidak terduga muncul.

Professor Anh curiga, dari mana datangnya makhluk ini ? Apakah ia cyborg ? Sejak usia muda ia pertahankan laboratorium ini tidak tersentuh kecerdasan buatan, perlahan ia berpindah ke saklar darurat, jika ia menekannya maka Medan magnet kuat akan bekerja mengacaukan elektronik.

Professor Anh curiga, dari mana datangnya makhluk ini ? Apakah ia cyborg ? Sejak usia muda ia pertahankan laboratorium ini ti

tunggu... Kakek, jangan lakukan itu," seorang gadis cantik dan langsing, berambut ungu memakai kaos longgar dan bercelana pendek masuk menghentikan Professor Anh.

tunggu... Kakek, jangan lakukan itu," seorang gadis cantik dan langsing, berambut ungu memakai kaos longgar dan bercelana pen

Moodnya berubah serius.

Moodnya berubah serius.

KECERDASAN BUATAN BANGKIT.

KECERDASAN BUATAN BANGKIT.

Professor Anh memegang kedua pundak anaknya, Naomi, kau yakin dengan ini." Naomi mengangguk, "aku sudah menonaktifkan semua jaringan yang terhubung ke server pusat." "Apa ?, hanya itu ?," Professor Anh menjadi pucat.

Professor Anh memegang kedua pundak anaknya, Naomi, kau yakin dengan ini."
Naomi mengangguk, "aku sudah menonaktifkan semua j

... and 2 more segments

Continue reading on ImagineIf →