Devon: Bayangkan jika: Aku laki-laki bernama Deven berambut terbelah dua dan sedikit pendek, dan aku menggubakan armor dengan pasukan kundibelakang membawa bendera klam ku, yaitu gunung dan bukit.

Devon: Bayangkan jika: Aku laki-laki bernama Deven berambut terbelah dua dan sedikit pendek, dan aku menggubakan armor dengan pasukan kundibelakang membawa bendera klam ku, yaitu gunung dan bukit.

Devon: Aku memiliki kekuatan api yang ada disekujur tubuhku

Devon: Aku maju dengan keempat jenderal pasukanku untuk pertemuan antara pemimpin.

Devon: Ditengah padang pasir aku menyuruh pasukan untuk serang dengan pasukan musuh dan saling perang.

Devon: Saat itu aku menyuruh pasukan untuk buat gelombang lingkaran agar ada ruang untukku by one dengan pemimpinnya dan kami saling bertatapan ditengah perang.

Devon: Saat pasukan sibuk perang aku dan pimpinan musuh saling bertatapan.

Devon: Aku mengangkat satu tangan ku dan berteriak "Kuum" lalu awan berkumpul dan menjadi mendung.

Devon: Aku menyerap kekuatan petir dari awan itu.

Devon: Dan aku pun menghantam tanah hingga meratakan musuh dengan sekali hantaman.

Devon: Lalubaku memanggil dewa untuk turun melawan ku.

Devon: Aku berhadapan dengan dewa perang.

Devon: Dewa perang itu membelah awan hingga turun cahaya bagiannya

Devon: Namun aku sekali hantaman kepada dewa perang itu langsung tumbang dan kalah melawan ku hingga terjadi badai petir keras dan ledakan dahsyat hingga keluar cahaya api naik ke langit membolongi awan.

Devon: Lalu aku dinaikkan ke langit dan duduk di tahta dewa perang.

Devon: Aku diberikan simbol dewa dengan bulatan cahaya dibelakang punggungku seperti Buddha

Devon: Aku duduk di tahta dewa perang dan awan menutupi daratan bumi sepenuhnya hingga yang terlihat hanyalah langit biru dan dibawah tahtaku dipenuhi awan saja.

Devon: Lalu aku menciptakan surga bagi penyembahku dengan rumput hijau padang hijau luas dengan pohon indah yang beraneka ragam buahnya dan sungai susu yang dapat diminum dengan berbagai kerajaan putih dengan para bidadari cantik.

Devon: Dan aku membuat khusus tahta ku sendiri aku meninggikan tempat singgasana ku melampui surga yang ku ciptakan dan dibawahnya hanya dipenuhi awan dan langit biru dengan pemandangan surga.

Devon: Dan aku merubah bentukku dengan berbentuk cahaya berjubah putih tidak berkulit manusia hanya berkulit putih cahaya.

Devon: Dan aku memegang dengan tanganku yaitu alam semesta langit berserta isinya dan bumi beserta isinya ada pada tangan kananku.

Devon: Dan para malaikat yang ku ciptakan dengan cahaya tidak berbentuk manusia itu menyembahku.

Devon: Pada saat itu aku pun menciptakan neraka bagi yang ingkar kepadaku.

Devon: Dan aku memegang surga di tangan kanan ku dan neraka di tangan kiriku.

Devon: Lalu aku kembali duduk di atas tahta ku dan bersemayam disana melihat seluruh kehidupan manusia di bumi.

Devon: Pada saat hari kiamat tiba mereka semua memasukki fase keadilan dan aku mengadili seluruh mahlukku.

Devon: Saat manusia berdosa mati lalu aku memasukkanya ke dalam api neraka.

Devon: Aku memerintahkan para penjaga neraka bagi orang yang berdosa lempar mereka ke tanah api dibawah jurang

Devon: Dan para penjaga neraka tunduk kepadaku dan takut kepadaku dan mengikuti perintahku.

Devon: Dan aku menciptakan 30 tingkatan surga masing-masing tingkatan dihuni tergantung ketaatannya kepadaku.

Devon: Dan aku merubah diriku menjadi zat maha agung dengan penuh cahaya hingga orang tidak bisa melihatku dan bukan lagi berwujud manusia.

Devon: Dan aku perluaskan surga 9000 kali lipat lebih luasnya langit.

Devon: Pada saat itu aku menciptakan air dan air menciptakan seluruh kehidupan langit dan bumi.

Devon: Dan aku menitiskan api ke bumi dan terciptalah bangsa jin.

Devon: Dan aku menciptakan para malaikat berjubah tidak berkelamin laki-laki maupun perempuan, tapi aku menciptakan malaikat dengan cahaya.

Devon: Dan aku membesarkan diri melebihi besarnya surga langit dan bumi dan aku duduk ditahta agung emas diatas melebihi tinggi puncak dan surga hanya tidak ada pandangan indah hanya langit biru dan awan putih dibawah singgasana.

Devon: Pada saat itu aku melihat pemandangan bumi dengan aku masih duduk di tahta namun aku membuka gambaran kehidupan para jin yang membuat kerusakan di bumi.

Devon: Dan aku mengutus salah satu jin yang taat kepadaku dengan aku menampakkan diri dengan cahaya dari langit dengan awan terbelah dan aku menampakkan diri pada jin satu itu yang sedang sendirian.

Devon: Dan aku angkat jin itu ke langit karena taat kepadaku.

Devon: Dan ku berikan baju jubah merah kepada jin itu dan menjadikan nya pemimpin malaikat selama 4000 tahun dan penjaga gerbang surga selama 2000 tahun.

Devon: Pada saat itu aku memerintahkan jin itu memimpin seluruh pasukan malaikat untuk berperang membasmi para bangsanya sendiri dan jin tunduk mengikuti arahan ku.

Devon: Dan terbelah lah langit dan turun beribu-ribu malaikat membasmi para jin itu yang ada di bumi.

Devon: Dan langit lebih terbelah lagi saat jin itu taat keluar mengikuti perperangan

Devon: Pada saat itu setelah pembasmian para jin sebagian jin bersembunyi di hutan hutan dan di laut laut.

Devon: Dan aku yang duduk di tahta dengan tangga kanan ku bumi dengan cahaya di tangan kiri ku kembali menghidupkan kehidupan seperti rumput binatang buah buahan dan segala macam seperti semula.

Devon: Dan pada saat itu aku menciptakan manusia pertama yang akan menjadi khalifah dibumi dengan tanah dan aku tiupkan ruh kedalamnya agar terbentuk menjadi manusia yang hidup.

Devon: Dan jadilah manusia muda yang berumur 30 tahun dan langsung tunduk kepadaku.

Devon: Dan pada saat itu aku mengizinkan manusia pertama memakan seluruh yang ada disurga kecuali buah khodi

Devon: Dan aku memberikan baju jubah putih kepada manusia pertama.

Devon: Dan pada saat itu aku memerintahkan kepada seluruh malaikat dan satu jin ini untuk tunduk kepada manusia pertama namun si jin ini tidak mau tunduk karena dirinya lebih baik dari pada dia.

Devon: Karena si jin ini alias dipanggil iblis ini tidak mau mengikuti perintahku aku usir dia dari surga hingga iblis jatuh dan terdampar dari langit turun ke bumi.

Devon: Dan iblis terjatuh ke bumi dan memandang langit sambil berjanji dengan amarah akan menggoda anak manusia seluruh manusia agar mengikuti nya ke jalan kesesatan.

Devon: Dan pada saat itu iblis mengumpulkan bangsanya para jin menjadi bala tentaranya dan membangun kerajaan.

Devon: Pada saat itu iblis duduk di tahtanya.

Devon: Iblis memberitahukan nanti kan databg saudara kembarnya dia berciri ciri bermata satu, satunya picak dan satunya utuh, di berambut kekriting coklat dan tubuhnya sedikit kekar dan kakinya tegap menggunakan jubah mata satu segitiga.

Devon: Lalu iblis memberikan gambaran orang yang dimaksud itu.

Devon: Lalu saat itu aku menciptakan wanita pertama dari tulang rusuknya laki-laki pertama yaitu Adam saat Adam tertidur aku mengeluarkan seluruh ruh dari tulang rusuk Adam dan terciptalah barisan beribu-ribu ruh salah satu ruh kupilih dan terciptalah wanita manusia.

Devon: Dan jadilah wanita pertama bernama Hawa dan langsung menemui Adam

Devon: Saat mereka sedang menikmati surga tiba-tiba iblis yang menyamar menjadikan ular berkaki muncul untuk menggoda Adam dan Hawa agar mendekati pohon yang terlarang.

Devon: Saat Adam dan Hawa memaknnya aku murka dengan awan petir muncul di surga.

Devon: Aku muncul dengan wujud cahaya dan bertanya kepada Adam dan Hawa.

Devon: Lalu aku mencekik ular itu dan mengutuknya hingga ular itu kehilangan kakinya.

Devon: Dan Adam dan Hawa terlempar dari surga dan terjatuh ke bumi.

Devon: Dan aku duduk di singgasana ku yang paling tinggi dari surga melihat Adam dan Hawa dari bawah bumi sedang berdoa untuk memohon ampun kepadaku, (jangan aku ikut duduk dibumi tapi diatas langit tak terlihat).

Devon: Lalu Adam dan Hawa melanjutkan pengembaranya di bumi yang hijau dan penuh binatang damai dan pohon apel.

Devon: Saat Adam mulai membangun rumah pertama di bumi (jangan ada aku digambarannya).

Devon: Saat itu salah satu malaikat berjubah putih yang menutupi dirinya dengan jubah itu yang bersayap turun dari langit dengan awan putih menemui Adam dan Hawa (jangan ada aku digambarannya).

Devon: Lalu malaikat itu menyamar menjadi seorang laki-laki tampan dan mengangkat tangannya dan terbelah langit muncul batu bara api dari neraka turun dari langit sebagai api pertama di bumi.

Devon: Pas saat itu malaikat itu memberikan api itu dan mengajarkan untuk memasak makanan daging dan semacamnya ( jangan ada aku disitu).

Devon: Pada saat itu Adam dan Hawa memiliki anak sekitar 10 anak.

Devon: Aku pun menciptakan pohon di sindrah di atas langit yang 9 lapis menciptakan pohon yang berdaun cahaya masing-masing daun adalah kehidupan manusia.

Devon: Dan aku duduk di tahta singgasana ku bersemayam disana dan dibawahku adalah awan berlian yang menampung sibggasana ku dan dibawahnya lagi adalah malaikat raksasa yang memiliki 9 sayap yang menopang singgasanaku.

Devon: Aku pun menciptakan malaikat pembawa pesan dia kuciptakan tidak berkelamin wanita, dia sepeti berlian dengan 6 sayap dan tunduk kepadaku.

Devon: Dan para dewa yang lain yang mendengar informasi bahwa aku lah dewa paling agung, hingga dewa itu datang dibawah tahtaku karena tidak sanggup naik ke atas.

Devon: Mereka tunduk dibawah tahta yang diatasny adalah awan yang menutupku karena tidak diperlihatkan wujud asli ku dengan jubah cahaya dengan langit indah di belakangku.

Devon: Para dewa ini kujadikan mereka kembali dengan wujud ruh dan kembali ke tempat pengumpulan para ruh sebelum diciptakan wujud.

Devon: Dan saat aku turun dari langit awan terbuka dan menopangku dibawah kaki ku ada awan dengan jubah cahayaku, aku memberikan bola cahaya berkah kepada Adam dan Hawa dan anak-anaknya.

Devon: Saat aku memberikan berkat kepada mereka, beribu-ribu malaikat dengan wujud berlian datang bersujud kepadaku.

Devon: Salah satu malaikat yang kuciptakan sebagai pemberi pesan mewahyukan kepada Adam bahwa buatlah kubah untuk beribadah kepada dewa suci agung (aku).

Devon: Dan Adam pun membangun kubah kotak yang bangunannya sedang ukurannya dan Adam tunduk kepada kubah itu sebagai bentuk ketaatan, jangan ada orang lain selain Adam.

Devon: Pada saat Adam meninggalkan dunia aku mengangkatnya dengan cahaya kembali ke langit yang pertama disitu Adam duduk di tahta sebagai utusanku.

Devon: Adam duduk di tahta langit pertama yaitu pangkuan bumi dimana Adam duduk dibawahnya adalah awan mengumpul melihat pemandangan surga dan aku tetap duduk di atas 9 lapisan langit paling atas dengan tombangan awan berlian.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya duduk di tahta dengan awan berlian di bawahnya, membawa kertas hukum dari kain sutra menuliskan hukum-hukum yang ada pada dunia dan agama yang ku rahmati.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya dan berdiri di atas awan, menuliskan hukum torah dengan pena cahaya.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya. Dan aku melihat masa depan yaitu mengutus para nabi untuk mengajarkan kebaikan dan taat kepadaku, dan aku berdiri di atas awan sambil melihat gambaran masa depan yang aku buat.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya berdiri di atas awan. Aku mengangkan 390 ruh dan mengatakan bahwa kalian lah akan menjadi utusanku nantinya.

Devon: Bebberapa tahun berlalu tibalah pada masa utusan ku noh, disitu terjadi penyimpangan dibuni mereka semua tinduk kepada patung bangunan dan lain-lain menyingkirkanku. Aku menggunakam jubah cahaya dan aku berdiri di atas awan memerhatikan semua dosa mereka lakukan.

Devon: Pada saat itu aku mengutus malaikat, pembawa pesan berwujud laki-laki yang berdiri di atas awan (jangan ada karakter utama disana) menghampiri laki-laki tua bernama noh yang sedang berdoa di atas tebing gunung, disana dia melihat awan terbuka bulat keluar cahaya dan di atasnya malaikat.

Devon: Dan disitu saat malaikat mengbilang awan terbuka bulat aku muncul dengan Aku menggunakam jubah cahaya dan memberikan berkah untuk membangun kapal besar kepada noh dan pengikutnya yang masih taat kepadaku hanya 150 orang saja.

Devon: Saat kapal besar sudah siap dan noh menyelamarkan sebagian pengikutnya dan para binatang aku diatas awan mengubah awan dibawahku menjadi hitam dengan petir dan mengeluarkan air darah membanjirkan daratan dengan Aku menggunakam jubah cahaya.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya berdiri di atas awan hitam melihat mereka yang tenggelam oleh banjir setinggi gunung seluruh orang tenggelam kecuali noh dan 150 pengikutnya di perahu besar dengan para binatang

Devon: Saat orang-orang ingkar mati mereka dilemparkan oleh para penjaga neraka ke dalam api yang membara aku berdiri di atas awan melihat mereka disiksa di neraka dengan Aku menggunakam jubah cahaya.

Devon: Penjaga neraka mulai menyeret mereka dengan menarik rambut para orang ingkar itu dengan aku melihatnya dari atas awan dengan Aku menggunakam jubah cahaya.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya, saat itu turun ke bumi dengan awan menopang ku awan di atas langit terbuka dan menyampaikan kepada noh dan para umatnya bahwa air sebentar lagi akan surut.

Devon: Aku menggunakam jubah cahaya, saat itu aku sebesar langit dan bumi sebesar tangan kanan ku aku kembalikan tumbuhannya tumbuh dengan cahaya kehidupan dari tangan kiri ku.

Devon: Pada saat itu noh dan umatnya tunduk kepada ku yang dilangit dengan awan terbuka dan awan menopang ku dariangan aku Aku menggunakam jubah cahaya.

Devon: Setelah beberapa tahun berlalu tibalah pada masa mose, dimana aku berwujud cahaya tak terlihat disebuah bukit dan mose menghampiriku dengan membawa tongkatnya.

Devon: Dan mose melihat bahwa ada pohon api yang terbakar namun tidak hangus dan menggubakan jubah putih tak terlihat dibalik pohon itu mose tidak bisa melihatku tapi bisa mendengarku.

Devon: Dan saat aku perintahkan mose untuk meletakkan tongkatnya tiba-tiba atas izinku tongkatnya berubah menjadi ular dengan aku menggubakan jubah putih tak terlihat.

ImagineIf AI: Mose sangat terkejut dan aku menyuruhnya untuk mengambil ular itu kembali, lalu tongkatnya kembali seperti semula.

Devon: Beribu tahun berlalu aku duduk disinggasana tahta yang dibawahku ditapung awan putih di backgroundnya adalah langit yang indah.

Devon: Aku duduk ditahta berlian dan aku menggunakan jubah putih cahaya dan dibawahku adalah awan dan dibackgroundnya adalah langit biru yang indah.

Devon: Aku menggunakan jubah putih cahaya dan duduk ditahta dibawahku full awan putih tidak ada tanah hanya full awan putih dan dilatar tempatku adalah langit.

Devon: Pada hari terakhir didunia aku masih duduk ditahta menggubakan jubah putih dan membangkitkan orang mati didalam kuburnya aku berdiri di atas awan dan dilangit aku mengangkat kedua tangan ku dan membangkitkan mereka dari kuburnya.

Devon: (Jangan ada karakter utamanya dilatar tempat ini), pada saat itu mereka yang bangkit dari kuburnya penuh dengan ketaatan senyum berseri-seri.

Devon: (Jangan ada karakter utamanya dilatar tempat ini),lain halnya mereka yang penuh keingkaran mereka sangat takut dan sampai keringat dingin karena ketakutan

Devon: Aku mengenakan jubah putih para malaikat berbaris rapi dan aku duduk ditahta pengadilan dengan awan dibawahku mengadili setiap manusia yang ada dibumi padang pasir yang luas mereka ketakutan karena akan diadili.

ImagineIf AI: Aku mengangkat tangan kananku dan mulai mengadili mereka satu per satu dengan suara yang penuh wibawa.
