Bayangkan jika: Aku adalah zat cahaya berbentuk manusia namun aku bercahaya hingga wajahku kulitku tertutup cahaya.

By Devon · 17 segments · 2 contributors · 0 likes
A luminous being emerges, fashions a celestial throne, creates heavens and angels, and revels in a radiant, solitary realm.
lightcreationthroneangelswhite robedivinitypowersolitude

Bayangkan jika: Aku adalah zat cahaya berbentuk manusia namun aku bercahaya hingga wajahku kulitku tertutup cahaya.

Bayangkan jika: Aku adalah zat cahaya berbentuk manusia namun aku bercahaya hingga wajahku kulitku tertutup cahaya.

Ketika langkahku menapak tanah kelam, cahaya menembus kabut, menyingkap bayang‑bayang yang berbisik menunggu. Sebuah gema lembut memanggil namaku.

Ketika langkahku menapak tanah kelam, cahaya menembus kabut, menyingkap bayang‑bayang yang berbisik menunggu. Sebuah gema lem

Aku pun mulai terbentuk orang, namun aku bercahaya.

Aku pun mulai terbentuk orang, namun aku bercahaya.

Dan aku pun memakai jubah putih bercahaya dan menutupi diriku dengan selendang cahaya sebagai tanda keesaan aku.

Dan aku pun memakai jubah putih bercahaya dan menutupi diriku dengan selendang cahaya sebagai tanda keesaan aku.

Aku tampak seperti orang laki laki namun tetap aku menggunakan jubah putih dan ditutupi selendang cahaya.

Aku tampak seperti orang laki laki namun tetap aku menggunakan jubah putih dan ditutupi selendang cahaya.

Saat itu aku melihat sekeliling hanya kekosongan belum ada apa apa.

Saat itu aku melihat sekeliling hanya kekosongan belum ada apa apa.

Disini aku mulai menciptakan singgasana ku dan dibawahkan adalah awan putih dan disekitar ku lamgit dengan bintang

Disini aku mulai menciptakan singgasana ku dan dibawahkan adalah awan putih dan disekitar ku lamgit dengan bintang

Dan aku pun menciptakan air untuk membentuk kehidupan langit dan bumi.

Dan aku pun menciptakan air untuk membentuk kehidupan langit dan bumi.

Aku pun menghiasi dibawah tempat singgasana ku menjadi tempat singgasana emas bercahaya dan lantai tangganya adalah berlian dibawahnya adalah tiang tiang awan yang menampung singgasana ku dan aku duduk disana.

Aku pun menghiasi dibawah tempat singgasana ku menjadi tempat singgasana emas bercahaya dan lantai tangganya adalah berlian d

Aku pun turun ke langit bawah untuk menciptakan planet langit dan bumi dari tangan ku.

Aku pun turun ke langit bawah untuk menciptakan planet langit dan bumi dari tangan ku.

Untuk wujudnya tetapkan aku seorang sperti laki laki bukan perempuan menggunakannjubah putih dan menggynakan sleendang vahay untuk menutupi aku

Untuk wujudnya tetapkan aku seorang sperti laki laki bukan perempuan menggunakannjubah putih dan menggynakan sleendang vahay

Aku pun menciptakan surga dengan luas 90kali lipat.

Aku pun menciptakan surga dengan luas 90kali lipat.

Aku pun melangkah di atas awan langit dan aku menciptakan malaikat tak berkelamin wanita atau laki-laki namun terlihat seperti laki-laki dengan sayapnya sedang tunduk kepadaku.

Aku pun melangkah di atas awan langit dan aku menciptakan malaikat tak berkelamin wanita atau laki-laki namun terlihat sepert

Malaikatnya berjubah putih dan menggunakan selendang menutupi dirinya dengan cahaya sama dengan ku

Malaikatnya berjubah putih dan menggunakan selendang menutupi dirinya dengan cahaya sama dengan ku

Dan aku pun menciptakan beribu ribu malaikat

Dan aku pun menciptakan beribu ribu malaikat

Dan aku pun menciptakan neraka dengan penjaganya

Dan aku pun menciptakan neraka dengan penjaganya

Penjaganya bersujud kepadaku akan mengikuti apapun yang ku perintahkan

Penjaganya bersujud kepadaku akan mengikuti apapun yang ku perintahkan
Continue reading on ImagineIf →