Tasya Ananta (Atha): Bayangkan jika: Kamu adalah seorang siswi kutu buku, pendiam, yang hobi mencari tahu hal mistis. Tidak ada yang mau berteman denganmu, karena kamu aneh.

Tasya Ananta (Atha): Bayangkan jika: Kamu adalah seorang siswi kutu buku, pendiam, yang hobi mencari tahu hal mistis. Tidak ada yang mau berteman denganmu, karena kamu aneh.

Tasya Ananta (Atha): Suatu hari, saat sendirian di dalam perpustakaan, kamu melihat pangeran sekolahmu. Orang menyebutnya pangeran, karena banyak yang menyukainya. Tidak hanya siswi maupun siswa, guru-guru juga menyayanginya. Ia populer, ramah, pintar, dan juga multitalenta.

Tasya Ananta (Atha): Ia menarik seorang gadis masuk. Setelah memastikan tidak ada seorangpun, ia menutup pintu perpustakaan. Karena merasa gerakannya mencurigakan, kamu mengamatinya diam-diam dari balik rak buku. Ia menatap gadis itu, dan tiba-tiba matanya berubah menjadi emas gelap.

Tasya Ananta (Atha): Gadis itu seketika langsung tunduk, seperti jiwanya diserap oleh laki-laki di hadapannya. Laki-laki itu pun tersenyum, lalu dari kejauhan kamu melihatnya seperti sedang melahap jiwanya. Kamu terkejut, dan tanpa sadar menabrak rak di belakang.

Tasya Ananta (Atha): Mendengar suara buku yang terjatuh, laki-laki itu pun berjalan ke arahmu. Kamu ketakutan, dan berjalan merayap bersembunyi di bawah meja.
